Tugas Teori komunikasi 2

Nama organisasi :
BASKOM (bahana suara komunikasi)
Sudah mengikuti : 1 tahun
Disusun oleh
:
1.
OKTIA PUTRI D1E013027
2.
RIRIN CAHYUNI D1E013010
3.
RENADA ARISTYA D1E013032
ILMU
KOMUNIKASI
FAKULTAS
ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS
BENGKULU
2014
Tugas
ini berhubungan dengan pembahasan teori komunikasi tentang kelompok. Jelaskan
dan deskripsikan apa yang menjadi pertanyaan.
Tugas
ini dikerjakan dalam kelompok kecil yang berjumlah 3 orang dengan memiliki organisasi
yang sama. Tuliskan nama organisasi atau kelompok yang kalian ikuti dan sudah
berapa lama kalian tergabung dalam organisasi tersebut.
A.
Teori
Jaringan
1. Deskripsikan
kelompok-kelompok yang ada dalam organisasi yang anda ikuti. Jelaskan !
Jawab
: kelompok-kelompok atau bagian-bagian dalam baskom itu ada :
·
Jurnalistik : bertugas untuk mencari
berita dan ini merupakan tanggung jawab semua anggota
·
Editor / layouter: bertugas mengedit
berita yang telah didapatkan oleh jurnalistik
·
Marketing : bertugas dalam pemasaran
yaitu menjual hasil dari berita yang di kumpulkan yang di muat dalam sebuah
majalah baskom yang terbit sebulan sekli ataupun koran seminggu sekali
2. Gambarkan
jaringan kelompok-kelompok tersebut! jelaskan !
Jawab
: Dalam organisasi terdapat jaringan-jaringan yang memiliki persamaan dan dapat
menimbulkan perbedaan. Untuk itu di butuhkan pemersatu / pimpinan untuk
meminimalisir bertambahnya perbedaan. Berikut 4 gagasan tentang jaringan
komunikasi yakni :
- Koordinasi untuk menyatukan unit kerja yang mempunyai tujuan yang sama
- Skala untuk menentukan jarak berdasarkan hierarki
- Fungsionalisasi yang menerangkan gagasan tentang spesialisasi
3. Bagaimana
orang-orang dalam kelompok-kelompok tersebut berkomunikasi dan berinteraksi
dalam organisasi? Jelaskan !
Jawab
: Dalam organisasi tersebut, mereka mencoba menonjolkan diri / lebih aktif.
Walaupun ini berdampak negatif terhadap anggota lainnya dimana ia tidak
menerapkan sikap toleransi terhadap sesama. Tetapi ini bisa di atasi oleh pimpinan organisasi. Dan
ada juga anggota tersebut yang bisa mengkondisikan dirinya di dalam organisasi
tersebut karena ia memahami teori jaringan ini. Yakni mereka paham bahwa tidak
selalu ia menonjolkan dirinya dan menyadari bahwa antara para anggota itu ada
jaringan, ide-ide, pendapat yang berbeda dan dapat memperkuat organisasi.
B.
Teori
Kendali Organisasi
1. Bagaimana
kendali yang dilakukan oleh pemimpin organisasi ?
Jawab
: Dalam organisasi yang saya ikuti pemimpin organisasi melakukan kendali dengan
berbagai tahap yaitu kendali
sederhana, kendali teknis , birokrasi dan kendali konservatif. Kendali
sederhana itu seperti komunikasi interpersonal, kendali teknis seperti pemimpin
organisasi melakukan trik-trik / cara-cara tertentu dalam memimpin organisasi.
Kendali birokrasi itu dimana adanya struktur dan hierarki serta tanggung jawab
dari masing-masing anggota dengan hubungan yang impersonal. Dan yang terakhir
yaitu kendali konservatif yaitu pimpinan organisasi melakukan kendali dimana
anggota tersebut yang tidak ingin perubahan karena takut akan perubahan. Jika
pemimpin dalam kondisi kontemporer , kendali disipliner merupakan salah satu
cara yang sangat baik untuk dilakukan yang meliputi dalam empat cara yaitu :
·
kendali ini melibatkan metode yang tidak menonjol.
·
disiplin dihasilkan secara kolaboratif.
·
disiplin merupakan bagian dari hubungan social.
·
kendali yang paling
efektif didasarkan pada nilai nilai yang mendorong anggota organisasi.
Dalam
kehidupan organisasi pemimpin bisa dengan baik mengidentifikasi, atau
menghubungkan diri dengan anggotanya dengan banyak sumber yang berbeda.
2. Bagaimana pimpinan tersebut
mengkomunikasikan kekuasaan / kendali dalam organisasi anda ?
Jawab
: Pimpinan organisasi membuat aturan agar anggota kelompok bisa terkontrol
dengan baik serta memberikan sanksi terhadap anggota yang melanggar aturan.
Pimpinan juga melakukan pendekatan terhadap anggota untuk menjalin hubungan
yang lebih akrab dalam organisasi. Dan disini pemimpin tidak menunjukkan sikap
otoriter atau sikap yang ingin menguasai serta sikap yang ingin memerintah.
Namun ia berusaha menunjukkan sikap netral dimana ia mencoba mengarahkan
kinerja anggota kelompok dengan cara-cara yang bisa membangkitkan semangat anggota.
3. Bagaimana pimpinan mengambil
keputusan? Gambarkan dan jelaskan seperti apa !
Jawab
: Dalam organisasi yang saya ikuti pemimpin tersebut mengambil keputusan dengan
mempertimbangkan pendapat, saran dari para anggota. Dan baru memutuskan
keputusan dengan kesepakatan para anggota.jika 75 % anggota setuju maka
keputusan tersebut di sahkan oleh pimpinan.
4. Bagaimana anggota menerima keputusan
pimpinan ?
Jawab
: Berhubung keputusan itu telah diperbincangkan dalam suatu forum, maka anggota
menerima apa yang diputuskan pimpinan serta menjalankan dengan tanggung jawab.
Dengan alasan :
·
keputusan
tersebut telah disepakati bersama di dalam organisasi
·
pimpinan
mampu menetralisir perbedaan dalam organisasi
·
semua
anggota telah memberikan ide-idenya guna memberikan kepuasaan bagi anggota
5. Bagaimana anda memahami identitas
anda sebagai bagian dari organisasi ? (tuliskan jawaban dari masing-masing tiap
orang)
Jawab
: Memahami identitas suatu organisasi tergantung individu dalam kelompok
organisasi. Komunikasi organisasi mempunyai peran penting dalam mencapai
tujuan. Hasil interaksi komunikasi organisasi merupakan succesnya sebuah
organisasi. Di sini jawaban dari anggota kelompok saya :
Oktia
Putri : dalam organisasi ini saya sebagai anggota
merasa tidak di anggap karena
ada yang dominan menguasainya,sehingga tidak ada kesempatan yang
sama untuk semua anggota.
Renada Arystia: sebagai anggota saya hanya mengikuti
jalannya organisasi tersebut.
Ririn Cahyuni :
sebagai anggota saya merasa seperti benda diam yang tidak berarti, karena di
saat saya mencoba memberikan pendapat tidak di tanggapi.
C.
Budaya Organisasi
1. Seperti apakah budaya organisasi
yang anda ikuti ?
Jawab
: Budaya organisasi yang ada dalam organisasi yang kami ikuti itu berbeda. Jadi
para anggota didorong untuk bersikap inovatif, perhatian terhadap hal-hal
rinci, keagresifan, stabilitas, dll. Budaya organisasi mewakili sebuah persepsi yang sama dari para anggota organisasi atau dengan kata
lain, budaya adalah sebuah sistem makna bersama. Di dalam organisasi itu ada budaya dominan dan banyak subbudaya.
Sebuah budaya dominan mengungkapkan nilai-nilai inti yang dimiliki bersama oleh
mayoritas anggota organisasi. Ketika berbicara tentang budaya sebuah organisasi, hal tersebut
merujuk pada budaya dominannya. Subbudaya cenderung berkembang di dalam
organisasi besar untuk merefleksikan masalah, situasi, atau pengalaman yang sama
yang dihadapi para anggota. Jika organisasi tidak memiliki budaya dominan dan
hanya tersusun atas banyak subbudaya, nilai budaya organisasi sebagai sebuah
variabel independen akan berkurang secara signifikan
karena tidak akan ada keseragaman penafsiran mengenai apa yang merupakan perilaku semestinya dan perilaku yang tidak
semestinya.
2.
Apakah
yang anda pahami tentang budaya organisasi yang anda ikuti ?
Jawab
: Yang dapat di ambil dari budaya organisasi yaitu pengetahuan baru, sikap
menghargai dan sikap toleransi antar anggota dengan latar belakang yang ada.
Dengan adanya budaya organisasi juga menimbulkan koreksi terhadap kita. Bahwa
di luar sana lebih banyak lagi budaya yang menarik dan harus diketahui.
Sehingga sikap etnosentrisme bisa diatasi.
3.
Bagaimana
anda memahami aneka budaya individu dari para anggota yang kemudian bersatu
dalam sebuah organisasi yang diikuti ?
Jawab
: Saya memahami perbedaan budaya diantara para anggota yaitu dengan menerapkan
sikap saling menghargai dan menghormati serta sikap toleransi antara anggota.
Sehingga menimbulkan kesan baik diantara sesama dan juga menimbulkan bagi para
anggota rasa nyaman dalam organisasi. Ini juga berdampak pada kinerja
masing-masing anggota dalam mencapai tujuan organisasi.
4.
Apa
yang digunakan oleh anggota organisasi untuk menciptakan dan menunjukkan
pemahaman mereka tentang kejadian dalam organisasi ?
Jawab
: menunjukkan dan menerapkan sikap memiliki dan rasa mengalami kejadian yang
ada dalam organisasi pada tiap-tiap individu. Sehingga kejadian dalam
organisasi bukan menjadi milik dari sebagian anggota. Misalnya jika ada
masalah. Masalah tersebut bukan milik pemimpin atau panitia inti saja, tetapi
semua anggota yang ada dalam organisasi. Sehingga masalah tersebut akan terasa
ringan dan cepat terselesaikan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar