Bentuk
komunikasi dilihat dari fungsi dan manfaatnya dalam lingkup komunikasi bisnis
a.
Komunikasi
verbal
Komunikasi
verbal merupakan salah satu bentuk komunikasi yang lazim digunakan baik secara
tertulis (written) maupun lisan (oral). Bentuk komuniaksi verbal ini memiliki
struktur yng tertur dan terorganisasi dengan baik sehingga tujuan penyampaian
pesan-pesan bisnis dapat tercapai dengan baik.
Dalam
dunia bisnis dapt dijumpai berbagai macam contoh komunikasi verbal misalnya :
Ø Membuat
dan mengirim surat pengantar barang ke suatu perusahaan
Ø Membuat
dan mengirim surat teguran atau peringatan kepada nasabah yang menunggak
pembayarannya
Ø Membuat
dan mengirim surat penawaran barang kepada pelanggan
Ø Membuat
dan mengirim surat konfirmasi kepada pelanggan
Ø Membuat
dan mengirim surat pemesanan barang (order) kepada pihak lain
Ø Membuat
dan mengirim surat penolakan kerja
Ø Membuat
dan mengirim surat pengaduan kepada pihak lain
Ø Membuat
dan mengirim surat permintaan barang kepada pihak lain
Ø Membuat
dan mengirim surat kontrak kerj kepada pihak lain
Ø Membuat
dan mengirim surat pemberitahuan ke media massa
Ø Membuat
dan mengirim surat pengumuman ke media massa
Ø Membuat
dan mengirim informasi lowongan kerja ke media massa
Ø Membuat
dan mengirim surat ucapan terimakasih kepada mitra kerja bisnis perusahaan
Ø Membuat
dan mengirim surat ucapan berduka
cita/belasungka kepada mitra kerja bisnis dan perusahaan
Ø Membuat
dan mengirim surat penuntutan kepada mitra bisnis suatu perusahaan
Ø Membuat
dan mengirim surat edaran ke media massa
Ø Memberi
informasi kepada pelanggan yang meminta informasi tentang produk-produk baru
Ø Berdiskusi
dalam suatu kerja tim (teamwork)
Ø Melakukan
wawancara kerja dengan para pelamar kerja di suatu perusahaan
Ø Mengadakan
pelatihan manajemen kepada para manajer operasional/lini bawah
Ø Melakukan
presentasi proposal tentang pengembangan perusahaan di hadapan tim penguji
Ø Melakukan
konferensi jarak jauh melalui komputer (teleconference) dengan perusahaan/pihak
lain
Ø Melakukan
chatting dengan teman sejawat di internet
Dalam
dunia bisnis seseorang dapat saja mengekspresikan pesan-pesannya secara
nonverbal(tidak secara tertulis atau lisan). Namun ekspresi secara nonverbal
memiliki sutu keterbatasan dlam mengkomunikasikan suatu pesan kepada pihak
lain. Sebagi contoh, jika ingin membahas suata kejadian masa lalu, ide atau
abstraki, seseorang tidak dapat menggunakan ekspresi wajah atau bahasa tubuh
untuk menerangkannya. Sebaliknya, dia harus menggunakan bahasa verbal dengan
menyusun kata-kata ke dalam suatu pola yang memiliki arti atau makna dalam
bentuk tertulis atau lisan.
Melalui
komunikasi lisan atau tertulis diharapkan orang dapat memahami apa yang
disampaikan oleh pengirim pesan dengan baik. Penyampaian suatu pesan secara
lisan maupun tertulis memiliki suatu harapan bahwa seseorang akan dapat membaca
atau mendengar apa yang dikatakan dengan baik dan benar.
Komunikasi
bisa sangat efektif sangat bergantung pada keterampilan seseorang dalam
mengirim maupun menerima pesan. Secara umum, untuk menyampaikan pesan-pesan
bisnis seseorang dapat menggunakan pendengaran dan bacaan.
a. Berbicara
dan menulis
Pada umumnya, untuk
mengirimkan pesan-pesan bisnis, orang lebih senang berbicara daripada menulis
suatu pesan. Alasannya komunikasi lisan relatif lebih mudah, praktis (efisien),
dan cepat dalam menyampaikan pesan-pesn bisnis. Pada umumnya bagi para pelaku
bisnis, penyampaian pesan-pesan bisnis secara tertulis relatif lebih jarang
dilakukan. Meskipun demikian, bukan berarti bahwa komunikasi secara tertulis
tidak penting, mengingat tidak semua hal bisa disampaikan secara lisan.
b. Mendengar
dan membaca
Perlu diingat bahwa
komunikasi yang efektif adalah
komunikasi dua arah. Orang-orang yang terlibat dalam dunia bisnis cenderung
lebih suka memperoleh mendapatkan informasi daripada menyampaikan informasi.
Untuk melakukan hal tersebut, mereka memerlukan keterampilan mendengarkan dan
membaca yang baik.
b.
Komunikasi
nonverbal
Bentuk
komunikasi nonverbal yang paling mendasar dalam komunikasi bisnis adalah
komunikasi nonverbal. Menurut teori antropologi, sebelum manusia menggunakan
kata-kata, mereka telah menggunakan gerakan-gerakan tubuh, bahasa tubuh sebagai
alat untuk berkomunikasi dengan orang lain. Berikut beberapa contoh perilaku
yang menunjukkan komunikasi nonverbal :
Ø Menggertakkan
gigi untuk menunjukkan kemarahan
Ø Mengerutkan
dahi untuk menunjukkan sedang berpikir keras
Ø Gambar
pria atau wanita yang dipasang di pintu masuk toilet untuk menujukkan kamar
sesuai dengan jenis kelaminnya
Ø Berpangku
tangan untuk menunjukkan seseorang sedang melamun
Ø Tersenyum
dan berjabat tangan dengan orang lain untuk mewujudkan rasa senang, simpati dan
penghormatan
Ø Membuang
muka untuk menunjukkan sikap tidak senang atau antipati terhadap orang lain
Ø Menggelengkan
kepala untuk menunjukkan sikap menolak atau keheranan
Ø Menganggukkan
kepala untuk menunjukkan kata setuju atau OK
Ø Berbbicara
dengan mengambil jarak agak menjauh untuk menunjukkan bahwa lawan bicaranya
belum begitu dikenal dengan baik
Ø Menutup
mulut dengan telapak tangan untuk menunjukkan suatu kebohongan
Ø Telapak
tangan yang terbuka untuk menunjukkan kejujuran
Ø Tangan
mengepal untuk menunjukkan penuh percaya
diri
Ø Gerakan
kaki dan tangan secara tidak teratur, bagaikan orang yang kedinginan, yang
menunjukkan bahwa seseorang sedang grogi
Ø Seseorang
mengirimkan seuntai bunga kepada teman yang meraih sukses bisnis untuk
menunjukkann rasa simpati dan ucapan selamat atas kesuksesan yang diraih
Ø Asbak
di atas meja tamu untuk menunjukkan bahwa tamu diperbolehkan merokok
Ø Simbol
dilarang merokok yang terpasang di ruang tamu untuk menunjukkan bahwa tamu
dilarang merokok
Ø Ruang
tunggu sebuah bank tanpa tempat duduk untuk menunjukkan bahwa para nasabah akan
dilayani dengan cepat tanpa harus menunggu lama
Pendek
kata dalam komunikasi nonverbal orang dapat mengambil kesimpulan tentang
berbagai macam perasaan orang, baik rasa senang, benci, cinta, rindu, maupun
berbagai macam perasaan lainnya. Pada umumnya komunikasi nonverbal memiliki
sifat yang kurang terstruktur, sehingga membuat komunikasi nonverbal sulit
untuk dipelajari.
Komunikasi
nonverbal sering tidak terencana atau kurang terstruktur. Sebagai contoh,
seseorang akan mengalami kesulitan bila menyuruh orang lain dengan menggunakan
bahasa nonverbal untuk mengambil buku kerja di suatu tempat yang didalamnya
terdapat berbagai buku yang warna maupun judulnya bermacam-macam.komuniksi
nonverbal sering tidak terencana dan terstruktur. Namun, komunikasi nonverbal
memiliki pengarug yang lebih besar daripada komunikasi verbal. Isyarat-isyarat
komunikasi nonverbal sangat penting terutama dlm kaitannya dengan penyampaian
perasaan dan emosi seseorang.
Menurut
Thil dan Bovee dalam excellence in
Business Communications, komunikasi nonverbal memiliki 6 tujuan yaitu :
a. Memberikan
informasi
b. Mengatur
alur suatu percakapan
c. Mengekspresikan
informasi
d. Memberi
sifat, melengkapi, menentang, atau mengembangkan pesan-pesan verbal
e. Mengendalikan atau mempengaruhi orang lain
f. Mempermudah
tugas-tugas khusus, misalnya memberi contoh car mengayunkan tongkat golf yang
baik dan benar.
Referensi
Purwanto
Djoko, komunikasi bisnis
Riswandi,
ilmu komunikasi, Graha Ilmu
Bentuk
komunikasi dilihat dari fungsi dan manfaatnya dalam lingkup komunikasi bisnis

OKTIA PUTRI (D1E013027)
ILMU
KOMUNIKASI
FAKULTAS
ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS
BENGKULU
2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar