Flag Counter

Kamis, 03 Desember 2015

psikologi komunikasi



PSIKOLOGI SEBAGAI AKAR ILMU KOMUNIKASI
A.     PENDAHULUAN
            Psikologi merupakan salah satu disiplin ilmu yang mengkaji kejiwaan manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa dengan struktur dan fungsi yang sangat sempurna bila dibandingkan dengan makhluk Tuhan lainnya. Dalam konteksnya Psikologi mencoba menganalisis bagaimana cara berkomunikasi yang baik  antar individu, maupun individu dengan kelompok. Psikologi menciptakan bagaimana pesan yang disampaikan menjadi stimulus yang menimbulkan respons bagi individu yang lain, bagaimana lambang-lambang dapat bermakna dan bisa mengubah perilaku orang lain. Itulah sebabnya psikologi dapat dikatakan sebagai akar ilmu komunikasi. psikologi sebagai akar ilmu komunikasi merupakan ilmu yang berusaha menguraikan, meramalkan, dan mengendalikan peristiwa mental dan behavioral (perilaku) dalam berkomunikasi. Disinilah tugas sebagai komunikator (encoder) melakukan proses komunikasi intrapersonal (encoding) dengan menggunakan seluruh energi yang dimilikinya agar pesan yang akan disampaikan kepada komunikan (decorder) dapat diterima dengan jelas, dan komunikan pun dapat melakukan umpan balik (feed back) yang baik terhadap pesan yang disampaikan. Psikologi sebagai akar ilmu komunikasi merupakan landasan ilmiah kedua setelah filsafat, terfokus bagaimana komunikasi terjadi pada diri manusia (intrapersonal) yang melibatkan proses sensasi, asosiasi, persepsi, memori, dan berfikir.
            Proses sensasi merupakan proses penyerapan informasi (energi/stimulus) yang datang dari luar melalui pancaindra yang menghubungkan organisme manusia dengan lingkungannya. Sensasi merupakan pengalaman elementer yang segera dan tidak memerlukan penguraian verbal, simbolis, atau konseptual terutama berhubungan dengan kegiatan alat indra (Dennis Coon, dalam Benyamin B. Wolman: 1973:343). Sumber informasi yang mempengaruhi proses sensasi bisa berasal dari dunia luar (eksternal) yang diindrai oleh eksteroseptor seperti telinga atau mata serta informasi dari dalam yang diindrai oleh interoseptor melalui sistem peredaran darah. Disinilah tugas awal komunikator bagaimana menciptakan proses sensasi yang baik yang dapat membuat komunikan mampu mengendalikan perasaannya ketika dia menerima informasi yang disampaikan.
            Proses asosiasi merupakan pengalaman dan kepribadian yang memengaruhi proses sensasi yang dapat diartikan sebagai suatu predis-posisi yang meliputi ruang lingkup pengetahuan dan pengalaman untuk menemukan dan memahami suatu kepribadian. Asosiasi disini merupakan langkah ke dua setelah komunikan menghasilkan sensasi terhadap informasi yang diterimanya. Hal yang mempengaruhi proses sensasi yaitu adanya stimulus (rangsangan) dan respons (feed back). Semakin banyak stimulus yang berikan dan respon sering terjadi maka asosiasi yang terbentuk semakin kuat (hukum latihan “law of exercise”) sedangakan jika stimulus dan respons yang dihasilkan diikuti oleh suatu kepuasan, maka asosiasi yang terbentuk akan semakin meningkat (hukum akibat “ law of effect”). Kedua hukum ini sama–sama akan menghasilkan fedback yang baik terhadap  pengetahuan serta kepribadian komunikan.
            Proses persepsi  merupakan pemaknaan atau arti terhadap informasi (energi/stimulus) yang masuk kedalam kognisi (pikiran) manusia. Persepsi mampu memberikan makna pada stimuli indrawi dengan melibatkan sensasi, atensi (perhatian), ekspektasi, motivasi, dan memori (Desiderato, 1976 : 129). Proses ini dimulai ketika informasi yang disampaikan masuk ke dalam kognitif komunikan, kemudian diserap oleh afektif komunikan. Dua hal ini yang akan menciptakan psikomotor komunikan terhadap baik atau buruknya informasi yang diterima.
            Proses Memori merupakan stimuli yang telah diberi makna, direkam, dan kemudian disimpan didalam otak manusia. Fungsi dari memori itu sendiri mampu membuat organisme manusia untuk merekam fakta tentang dunia dan mengaplikasikannya ke dalam pengetahuan untuk membimbing perilakunya. Proses memori ketika komunikan menerima informasi adalah merekam (encoding) yaitu pencatatan informasi melalui reseptor indra dan sirkuit syaraf internal, kemudian penyimpanan (storage) yang menentukan berapa lama informasi itu berada didalam diri,dalam bentuk dan tempat yang berbeda, dan komunikan mampu melakukan pemanggilan (retrieval) atau “mengingat kembali’ dengan menggunakan informasi yang disimpan.
Jenis-jenis memori antara lain : Pengingatan (recall), pengenalan (recognition), belajar lagi (relearning), dan reintegrasi (reintegration)
            Proses berfikir merupakan akumulasi dari proses sensasi, asosiasi, persepsi, dan memori yang dikeluarkan untuk mengambil suatu keputusan. Berfikir adalah kegiatan yang dilakukan untuk memahami realitas dalam rangka mengambil keputusan (decision making), memecahkan persoalan (problem solving), dan menghasilkan sesuatu yang baru (creativity). Salah satu sumber berfikir adalah menetapkan suatu keputusan, keputusan yang kita ambil sangatlah beragam seperti a) keputusan merupakan hasil dari berfikir, dan merupakan hasil usaha intelektual b) keputusan selalu melibatkan pilihan dari berbagai alternatif c) keputusan selalu melibatkan tindakan nyata, walaupun pelaksanaannya boleh ditangguhkan atau dilupakan. Adapun faktor-faktor personal yang sangat menentukan terhadap apa yang diputuskan antara lain : a)kognisi, b) motif c) sikap.

B.     KETERKAITAN PSIKOLOGI DENGAN KOMUNIKASI
            Komunikasi mempunyai peranan penting dalam kehidupan manusia. Komunikasi akan berlangsung dengan baik apabila terdapat kesamaan makna antara komunikator dengan komunikan. Dalam konteks psikologi komunikator harus mempunyai gambaran yang jelas tentang keadaan dengan tujuan yang telah ditentukannya. Komunikasi akan berhasil apabila pesan yang disampaikan oleh komunikator cocok dengan kerangkan acuan yaitu paduan pengalaman dan pengertian yang pernah diperoleh dari komunikan.formulasi komunikasi menurut harold lasswell :
a). Who( siapa yang berbicara)
 b).say what (apa yang dibicarakan)
 c). In which channell ( menggunakan saluran apa )
d). To whom ( kepada siapa)
e).with what effect. ( bagaimana pengaruhnya)
Berdasarkan formulasi tersebut, komunikasi adalah proses penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan melalui media yang dapat menimbulkan efek tetentu. Kita dapat memahami hubungan psikologi dengan komunikasi dengan memahami dengan beberapa pengertian yang dapat disimpulkan  bahwa komunikasi bagaimanapun bentuk kontekstualnya adalah peristiwa psikologis dalam diri masing-masing peserta komunikasi. dengan kata lain, psikologi mencoba menganalisis seluruh komponen yang terlibat dalam proses komunikasi. pada diri komunikan, psikologi menganalisis karakteristik manusia komunikan serta faktor-faktor internal dan eksternal yang memengaruhi perilaku komunikasinya. Pada diri komunikator, psikologi melacak sifat-sifatnya dan bertanya.
            Komunikasi sangat esensial untuk pertumbuhan kepribadian manusia. Kurangnya komunikasi akan menghambat perkembangan kepribadian. Komunikasi amat erat kaitannya dengan perilaku dan pengalaman kesadaran manusia. Namun demikian komunikasi bukan subdisiplin dari psikologi. Sebagai ilmu, komunikasi dipelajari bermacam-macam disiplin ilmu, antara lain sosiologi dan psikologi. Komunikasi sangat esensial dalam masyarakat manusia sehingga setiap orang yang belajar tentang manusia pasti akan menolehnya sekali waktu. Dalam psikologi komunikasi, komunikasi akan berjalan dengan efektif apabila menimbulkan lima hal yaitu :
1.      Pengertian : penerimaan yang cermat dari isi stimulus seperti yang dimaksudkan oleh komunikator
2.      Kesenangan : komunikasi fatis yang dimaksudkan menimbulkan kesenangan. Komunikasi inilah yang menjadikan hubungan antara komunikator dengan komunikan semakin hangat, akrab, dan menyenangkan.
3.      Memengaruhi sikap : komunikasi yang bersifat persuasif memerlukan pemahaman tentang faktor-faktor pada diri komunikator, dan pesan yang menimbulkan efek pada komunikan. Persuasi disini dapat didefinisikan sebagai proses memengaruhi pendapat, sikap, tindakan dengan menggunakan manipulasi psikologis sehingga orang tersebut bertindak seperti atas kehendaknya sendiri.
4.      Hubungan sosial yang baik
5.      Tindakan 

Faktor Personal Yang Memengaruhi Perilaku Manusia
Terdapat dua faktor antara lain :
1.      Faktor  Biologis : faktor ini terlibat dalam seluruh kegiatan manusia. Menurut Wilson, perilaku sosial dibimbing oleh aturan-aturan yang sudah di program secara genetis dalam jiwa manusia.
2.      Faktor Sosiopsikologis. Faktor ini dapat diklasifikasikan ke dalam tiga komponen yaitu:
a.       Komponen afekif : aspek emosional dari faktor sosiopsikologis, didahulukan karena erat kaitannya dengan pembicaraan sebelumnya.
b.   Komponen kognitif : aspek intelektual yang berkaitan dengan apa yang diketahui manusia.
c.      Komponen konatif : aspek volisional atau aspek dorongan atau gairah yang berhubungan dengan kebiasaan dan kemauan bertindak.
Sedangakan untuk motif sosiogenesis (motif sekunder) menurut para ahli adalah : Keinginan memperoleh pengalaman baru, keinginan untuk mendapatkan respons, keinginan untuk pengakuan, keinginan akan rasa aman, kebutuhan berprestasi, kebutuhan akan kasih sayang, kebutuhan berkuasa, kebutuhan akan penghargaan, kebutuhan untuk pemenuhan diri. Sedangkan menurut Melvin H.marx motif sosiogenesis adalah : kebutuhan organisme, motif ingin tahu, motif kompetensi, motif prestasi, motif-motif sosial, motif kasih sayang, motif kekuasaan, dan motif kebebasan.
Jadi dapat disimpulkan bahwa komunikasi sangat erat kaitannya dalam kehidupan. Komunikasi merupakan realita pokok kehidupan manusia. Komunikasi dapat dikatakan bagaimana seseorang berusaha mengadakan hubungan dengan orang lain dengan menggunakan panca indrannya. Komunikasi akan berhasil apabila pesan yang disampaikan oleh komunikator cocok dengan kerangkan acuan yaitu paduan pengalaman dan pengertian yang pernah diperoleh dari komunikan. komunikasi bagaimanapun bentuk kontekstualnya adalah peristiwa psikologis dalam diri masing-masing peserta komunikasi. dengan kata lain, psikologi mencoba menganalisis seluruh komponen yang terlibat dalam proses komunikasi.  dilihat dari konteks psikologi sebagai ilmu komunikasi, kaitannya komunikator dengan komunikan yaitu bagaimana komunikator memilih sasaran dan menilai karakter komunikan agar informasi yang akan disampaikan mampu dikemas dengan baik. Komunikator harus mampu memberikan energi yang luar biasa kepada komunikan melalui informasi yang akan disampaikan. Komunikator melakukan proses seperti sensasi, asosiasi, persepsi, memori, dan berfikir. Komunikan itu sendiri yaitu bagaimana cara mereka menangkap dan menyimpan informasi yang dikemas melalui proses tersebut agar informasi yang disampaikan dapat memberikan perubahan yang positif terhadap diri komunikan. Tidak terlepas dari bagaimana faktor internal dan faktor eksternal yang dimiliki oleh komunikan. Dengan adanya komunikasi dapat memberikan perubahan esensial dalam kehidupan kepribadian manusia. Itulah sebabnya mengapa psikologi sangat erat kaitannya dengan proses komunikasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar