KOMUNIKASI ANTARPERSONA DALAM
LINGKUNGAN BISNIS
KONSEP DIRI
Setiap
orang dan setiap setiap situasi merupakan suatu kesempatan untuk memodifikasi
konsep diri. Seseorang yang memiliki pengalaman negatif dalam lingkungan; orang seperti ini tidak
mempercayai umpan balik positif semudah mempercayai umpan balik negatif.
Kecendrungan ini disebut ramalan pemenuhan diri (self fulfilling prophesy). Singkatnya konsep diri merupakan
penyaring semua informasi yang datang kepada seorang individu. Semakin realitis
dan positif konsep diri tersebut, semakin responsif pegawai mencari dan menghadirkan umpan balik yang
efektif.
HUBUNGAN
Seorang
komunikator bisnis yang efektif, harus mempertimbangkan komponen pokok hubungan
bisnis- kepuasaan kebutuhan antarpersona.
William Schutz (1996) mengidentifikasi tiga kebutuhan antarpersona dasar : inklusi
(dilibatkan), kontrol, dan afeksi (kasih sayang). Seseorang dengan kebutuhan inklusi yang tinggi akan mencari pengakuan dalam organisasi dan akan melawan ketakutan dengan
memaksa orang lain untuk memberikan perhatian kepadanya. Seseorang dengan
kebutuhan inklusi yang rendah mencari
lebih sedikit hubungan dan memiliki sedikit kebutuhan dan merupakan tipe orang
yang mandiri dan bekerja sama serta meyakinkan diri mereka sendiri bahw merek
tidak akan mendapatkan perhatian, tetapi itulah yang diinginkan. Seorang
pemimpin bisnis yang efektif adalah yang dapat mengenali kebutuhan pegawainya
dari keadaan undersocial (kebutuhan
berinteraksi dengan orang lain yang relatif rendah) hingga keadaan oversocial (kebutuhan yang relatif
tinggi untuk melakukan sesuatu dengan orang lain).
Kebutuhan
akan kontrol (pengendalian) berhubungan dengan suatu harapan akan kekuasaan dan
berharap menjadi pemimpin. Seseorang yang kebutuhan inklusinya rendah dan
kebutuhan kontrolnya yang tinggi mungkin belajar bagaimana memanipulasi orang
lain agar memperoleh peluangnya acara tidak langsung. Seseorang dengan
kebutuhan inklusi dn kontrol yang tinggi mungkin berupaya mendominasi situasi
secara langsung. Sebaliknya, orang-orang yang kebutuhan kontrolnya rendah dan
kebutuhan penerimaan wewenangnya tinggi seringkali merupakan bawahan yang
setia.
Kebutuhan
akan afeksi (kasih sayang) akan
mencari hubungan yang hangat dan intim. Mereka mengharapkan orng lain mengakui
nilai mereka dan memberikan umpan balik positif. Seperti berjabat tangan yang
erat, senyum, dsb. Seseorang dengan kebutuhan afeksi yang rendah seringkali
menjadi seseorang yang dingin.
KETERBUKAAN
Keterbukaan
(openness) melibatkan penyingkapan
terhadap orang lain, pelaporan reaksi untuk menstimuli dengan jujur dan
pemilikan perasaan. Banyak hubungan yang tidak bahagia karena para pelakunya
tidak terbuka dalam berkomunikasi dengan orang lain.
TINGKAT PENYINGKAPAN
Powell
(1969) menyatakan terdapat tingkat
kedalaman dalam komunikasi antara
orang-orang yaitu :
- Tingkat komunikasi paling mendasar, melibatkan rutinitas atau ritual. Kita menginteraksikan cara ini setiap hari, seperti “hai apa kabar?”, “bagaimana kabarmu hari ini?”
- Tingkat 2 melibatkan percakapan komunikasi umum. Informasi ini tidak rahasia dan tidak mengancam seseorang untuk membagi informasi dan tidak ada resiko yang ditanggung.
- Tingkat 3 melibatkan penyingkapn opini, kepercayaan, dan nilai. Keterbukaan ini memulai proses ikatan dalam hubungan. Seseorang akan membagi informasi setelah kepercayaan ditetapkan atau dikenal dengan hubungan persahabatan.
- Tingkat 4 melibatkan pembagian perasaan. Komunikator seseorang menunjukkan afeksi yang tinggi dan pegawai memiliki kesempatan untuk didengar pendapatnya.
- Tingkat 5 disebut dengan komunikasi puncak atau komunikasi intim. Ini dicadangkn untuk anggota keluarga, dll.
GAYA KOMUNIKASI ORGANISASIONAL
Beberapa
manajer bersifat demokratis dan ada
yang bersifat otoritas. Iklim yang
diciptakan dalam sebuah bisnis dapat mendorong atau menghambat keterbukaan,
bergantung pada gaya komunikasi ke bawah
(vertikal). Digunakan manajemen
tingkat atas untuk meningirimkan pesan kepada para bawahan. Manajemen otokrasi bergantung pada komunikasi otokrasi yng terdiri atas
sejumlah pesan instruks. Gaya ini sering digunakan orangtua yang bersifat
sangat memerintah untuk berkomunikasi dengan anak-anaknya. Gaya yang jauh lebih
tepat adalah gaya demokratik. Gaya ini akan menciptakan suasana yang mendorong
orang-orang didalamnya untuk mengembngkan hubungan secara peduli dan terbuka.
TUGAS DAN HUBUNGAN
Dimensi tugas meliputi
informasi pekerjaan, prosedur organisasi, rencana pemasaran dan informasi
lainnya untuk melengkapi prosedur pelayanan, penjualan, atau pabrikasi. Apabila
seorang penyelia menanyakan apakah anda bersedia menjadi ketua tim pada
spekulasi yang akan datang, dimensi tugasnya
merupakan tugas yang ditetapkan, dimensi
hubungan “anda dianggap memenuhi syarat untuk menjadi ketua tim.
IKLIM
Gibb
(1961) membagi iklim ke dalam dua kategori yaitu iklim bertahan (iklimnya terkesan berat dan represif) dan
iklim mendukung (orang-orang merasa dihormati dan satu sama lain memberikan
dorongan saat mereka berupaya menyelesaikan tugas yang menumpuk). Kreps (1986) bahwa iklim organisasi
adalah “sifat emosional intern organisasi
yang didasarkan pada bagaimana senangnya para anggota orgnisasi terhadap satu
sama lain dan terhadap organisasi”.
Karakteristik
iklim komunikasi yang mendukung dan karakteristik yang bertahan
- Evaluasi dan deskripsi. Perilaku evaluatif yang negatif seringkali meningkatkan tanggapan bertahan. Evaluasi (yang dinilai orang lain biasanya menyebabkan ketegangan. Deskripsi (para anggota organisasi memusatkan pesan-pesan mereka pada peristiwa-peristiwa yang dapat diamati dan mengurangi referensi mengenai reaksi-reaksi subjektif dan emosional).
- Kontrol dan orientasi masalah. Mengendalikan (upaya memanipulasi orang lain, menetukan tingkah laku atau sikap kepada orang lain, atau menghentikan tindakan yang diharapkan orang atau kelompok lain). Orientasi masalah (suatu penangkal strategi kontrol dalam suatu organisasi, hal penting yang harus dilakukan adalah mengkomunikasikan suatu hasrat untuk menemukan suatu pemecahan bukan memaksakan pemecahan, bekerja sama bukan memanipulasi).
- Strategi dan spontanitas. Spontanitas merupakan sebagai alternatif strategi. Untuk bertindak spontan, berarti berterus terang dan membuka rahasia kepada anggotany dalam suatu organisasi. Orang-orang yang spontan berupaya mencegah perasaan bertahan, berupaya jujur dan front-up terhadap orang lain.
- Kenetralan dan empati. Prilaku netral memperlakukan orang lain lebih dari sekedar objek (miliknya). Empati (upaya memahami situasi dari sudut pandang orang lain (turut merasakan perasaan orang lain)).
- Keunggulan dan kesamaan. Sikap keunggulan menjadi nyata melalui penggunaan posisi, wewenang, kemampuan intelektual, kekayaan dan kekuatan fisik. Kesamaan (mengkomunikasikan suatu kepercayaan yang menyatakan bahwa setiap orang dapat membuat suatu andil untuk keberhasilan organisasi).
- Kepastian dan provesionalisme. Kepastian (meyakini diri sendiri yang paling benar dan orang lain salah, menyebabkan iklim bertahan yang negatif). Provesionalisme (mendukung tujuan orang –orang dan tujuan organisasi).
GAYA MANAJEMEN ANTARPERSONA
McGregor
(1960) menyatakan prilaku manajemen teori
X dan teori Y. Para manajer teori
X yakin bahwa tanggung jawab mereka mengendalikan, mengancam,mengarahkan, dan
mengatur aktivitas para bawahan, yakin bahwa para pekerja lebih menginginkan
jaminan dari pada hal lainnya, yakin bahwa para pegawai dimotivasi oleh uang
(sebagai pemikat), ketakutan akan penurunan jabatan atau pemecatan dan tidak
mempercayai motif pekerja lini dalam organisasi. Para manajer teori Y meyakini
bahwa ancaman hukuman ekstern bukan merupakan cara terbaik untuk pengembangan
motivasi terhadap tujuan organisasional, meyakini bahwa motivasi meningkat pada
saat kebutuhan penghargaan diri dan perwujudan diri terpenuhi, percaya bahwa
kapasitas kreativitas, kecerdasan, dan imajinasi dalam memecahkan masalah
organisasi didistribusikan secara luas pada kekuatan kerja.
MOTIVASI DALAM ORGANISASI
Herzberg
(1968) merekomendasikan beberapa untuk dorongan kerja yaitu :
- Bahwa para manajer hendaklah mengurangi pengendalian administrasi untuk memelihara keadaan yang dapat meningkatkan kinerja mereka.
- Pemberian lebih banyak kebebasan kerja, wewenang, dan tanggung jawab kepada para pekerja.
- Adanya pemberian tugas-tugas pekerjaan baru dan menantang kepada para pegawai untuk meningkatkan peluang agar mereka belajar dan berkembang.
- Para manajer harus membantu para pegawai agar menjadi seseorang yang ahli dalam suatu pekerjaan tertentu sehingga akan meningkatkan rasa penghargaan, tanggung jawab, dan perkembangan mereka.
TEORI MANAJEMEN ANTARPERSONA LAIN
Lima
gaya kepemimpinan yang ditentukan oleh tinggi-rendahnya perhatian manajer baik
terhadap produksi maupun terhadap orang-orang yaitu :
- Manajemen yang miskin. Pemimpin tidak peka terhadap kebutuhan orang-orang atau organisasi atau tidak ada komunikasi.
- Manajemen country club (adanya perhatian yang rendah terhadap tugas, tetapi perhatiannya tinggi terhadap orang-orang).
- Pemenuhan wewenang (perhatian yang tinggi terhadap tugas dan rendah terhadap orang-orang). Jenis pemimpin ini bersandar pada wewenang, peraturan, dan perintah dalam menyelesaikan pekerjaan.
- Posisi moderat (perhatian yang seimbang kepada penyelesaian tugas dan kepada orang-orang).
- Manajemen kelompok (pemimpin kelompok adalah seseorang yang memiliki perhatian besar terhadap orang-orang dan produksi). Ini merupakan gaya kepemimpinan yang ideal.
KEKUASAAN DAN KONFLIK
Kekuasaan
merupakan suatu pengaruh yang mengakui bahwa seseorang memiliki kekuasaan
terhadap orang lain. Apabila terjdi persaingan kekuasaan dalam suatu
organisasi, maka muncullah konflik. Beberapa konflik merupakan suatu hal yang baik
dn diperlukan dalam suatu organisasi. Para manejer merancang berbagai
pertandingan untuk memotivasi para pegawai. Filley (1975, h 4-7)
mengidentifikasikan empat keuntugan utama konflik yaitu :
- Banyak situasi konflik memiliki efek penyebaran konflik yang serius
- Situasi konflik menuntun kita untuk memperoleh informasi baru, cara baru dalam memandang sesuatu
- Konflik antarkelompok bertujuan untuk meningkatkan kepaduan kelompok
- Konflik memberikan peluang kepada para individu atau kelompok untuk mengukur kekuasan, kekuatan, atau kemampuan.
MANAJEMEN KONFLIK
Lima
karakteristik yang berlaku untuk manajemen konflik adalah :
- Keterbukaan (melibatkan pernyataan perasaan dan pikiran secara terbuka, secara langsung dan jujur tanpa mencoba memanipulasi orang lain)
- Empati (merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain untuk mengetahui bagaimana situasi yang dihadapi orang lain)
- Sikap mendukung (harus bersikap deskriptif bukan evluatif)
- Sikap positif (upaya untuk mengadakan situasi win-win (saling menguntungkan))
- Kesamaan (melibatkan tanggapan orang lain secara terus menerus dan memiliki nilai sama).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar