Flag Counter

Kamis, 03 Desember 2015

Teori Komunikasi 2



1.      Pola-pola hubungan
Yaitu teori yang menjelaskan tentang hubungan-hubungan yang timbul setelah kita melakukan interaksi. Jika kita menerima suatu pesan maka pada saat bersamaan kita akan memperoleh pesan hubungan yang berkaitan dengan pesan tersebut. Contohnya, jika seorang dosen mengatakan bahwa dalam waktu dekat ini kita akan ujian, maka pesan hubungan yang dibangun bisa ia ucapkan seperti : “Saya ingin peningkatan nilai kalian dari ujian yang maka bacalah materi-materi yang sudah saya beri”.
Para akademis yang melakukan penelitian tentang teori ini dikenal dengan sebutan “Palo Alto Group”. Selain itu teori ini juga mengartikan hubungan dengan interaksi yang mereka lakukan. Apabila kita berinteraksi dengan teman, kita akan selalu menciptakan sebuah dugaan atas apa yang ia bicarakan atau ia lakukan, yang akan menimbulkan sebuah peraturan yang tidak tertulis yang kita petuhi bersama. Hubungan bukanlah seseorang atau dua orang, tetapi interaksi dari perilaku yang merespon prilaku orang lain.
Tipe pola-pola hubungan :
a.       Hubungan simetris (symmetrical relation)
Yaitu jika dua orang saling merespon dengan cara yang sama
Contoh :    Seseorang merespon interaksi orang pertama dengan senyuman
pertemanan dan orang kedua juga merespon yang sama maka akan terbangun rasa pertemanan dan persaudaraan.

b.      Pelengkapan (complementary)
Yaitu pelaku komunikasi merespon dengan cara berlawanan, ketika seseorang bersifat menguasi yang lainnya mematuhi, dan ketika seseorang bersifat mendidik yang lainnya diam, dll.
2.      Teori penetrasi sosial
Dipopulerkan oleh Irwin Altman & Dalmas Taylor. Teori ini membahas tentang bagaimana proses komunikasi interpersonal. Teori ini mengidentifikasikan proses peningkatan pengungkapan dan keintiman dalam sebuah hubungan. Altman dan Taylor mengibaratkan manusia seperti bawang merah. Maksudnya manusia itu pada hakikatnya memiliki beberapa layer/ lapisan kepribadian. Lapisan kulit teluar dari kepribadian manusia adalah apa-apa yang terbuka bagi publik. Dan lapisan yang tidak terbuka untuk semua orang (semiprivate) yang hanya diketahui dan terbuka terhadap orang tertentu saja/teman dekat. Dan lapisan yang paling dalam adalah wilayah private dimana terdapat nilai-nilai, konsep diri, konflik-konflik yang belum terselesaikan dan lapisan ini yang paling berdampak atau berperan dalam kehidupan seseorang.
Altman dan Taylor menjelaskan beberapa penjabaran teori penetrasi sosial sebagai berikut :
a.       Kita cepat lebih akrab dalam hal pertukaran pada lapisan terluar dari kita dari pada hal-hal yang bersifat personal/pribadi
b.      Keterbukaan diri (self diclosure) bersifat timbal balik dalam suatu hubungan
c.       Penetrasi akan cepat diawal akan tetapi semakin berkurang ketika masuk ke dalam lapisan yang mendalam
d.      Depenetrasi adalah proses yang bertahap dengan semakin memudar. Maksudnya ketika suatu hubungan tidak berjalan lancar, maka keduanya akan berusaha semakin menjauh.
3.      Teori Penetrasi Relasional
Merupakan teori yang menyatakan bahwa berhubungan dicirikan oleh ketegangan-ketegangan atau konflik antar individu. Konflik terjadi karena ada keinginan yang dipaksakan terhadap orang lain. Selain itu teori ini juga menggambarkan hidup hubungan sebagai kemajuan dan pergerakan yang konstan.

Teori ini memiliki 4 pokok mengenai hidup berhubungan meliputi :
a.       Hubungan tidak bersifat linier
Terjadi antara keinginan-keinginan yang kontadiktif
b.      Hidup berhubungan ditandai dengan adanya perubahan yang merujuk pada pergerakan kuantitatif dan kualitatif
c.       Kontradiksi merupakan fakta fundamental dalam hidup berhubungan. Ini terjadi antara 2 hal yang berlawanan dan tidak pernah hilang
d.      Komunikasi sangat penting dalam mengelola dan menegosiasikan kontradiksi dalam hubungan
Elemen-elemen dasar dalam perspektif teori Dialektika yaitu :
a.       Totalitas (totality)
Mengakui adanya saling ketergantungan antara orang-orang dalam sebuah hubungan
b.      Kontradiksi (contradiction)
Merujuk pada oposisi dua elemen yang bertentangan
c.       Pergerakan (motion)
Merujuk pada sifat berproses, hubungan dan perubahan yang terjadi pada hubungan itu sendiri seiring berajalannya waktu
d.      Praktis (praxis)
Merujuk pada kapasitas manusia sebagai pembuat pilihan
Kelebihan teori dialektika :
“teori ini memberikan pandangan yang luas terhadap hubungan dan telah menjadi bahan lintas bidang”.
Kekurangan teori dialektika:
“terletak pada mengatasi berbgi hubungan yang sifatnya terlalu”.
Beberapa penelitian mengamati kesopanan sebagai metode umum untuk mengelola ketegangan dialektis. Baxter (1988) mengidentifikasi 4 strategi spesifik untuk tujuan ini, yaitu :
a.       Pergantian bersiklus (cylic alternation)
Respon untuk menghadapi ketegangan dialektis yang merujuk pada perubahan sesuai dengan waktu

b.      Segmentasi (segmentation)
Respon untuk menghadapi ketegangan dialektis yang merujuk pada perubahan akibat konteks
c.       Seleksi (selection)
Respon untuk menghadapi ketegangan dialektis yang merujuk pada pemberian prioritas pada opsisi-oposisi yang ada
d.      Integrasi (integration)
Respon untuk menghadapi ketegangan dialektis yang merujuk pada oposisi. Yang terdiri atas 3 strategi yaitu
·         Membingkai ulang
·         Menetralisasi
·         Mendiskualifikasi

“SOAL”
A.    Pola-pola hubungan
1.      a. Bagaimana anda berhubungan dengan dosen anda selama anda kuliah ?
Jawab : selama proses perkuliahan dari semester 1 sampai semester 3 sekarang, saya menjalin hubungan yang biasa aja, selayaknya seorng mahasiswa dengan dosen. Ada sebagian dosen yang akrab dan dekat dengan saya, mungkin karen dosen tersebut melihat saya aktif dibanding yang lainnya dan ada dosen yang tidak kenal dengan saya karena terlalu banyak mahasiswanya didalam satu kelas sehingga menyebabkan proses belajar yang tidak efektif dan tidak ada pendekatan dan pengenalan untuk lebih akrab dan lebih dekat lagi. Kita melakukan interaksi dimana jika kit menerima suatu pesan maka pada saat yang bersamaan akan diperoleh pesan hubungan yang berkaitan dari pesan tersebut.
  1. Interaksi seperti apa yang terjadi ?
Jawab : selama saya kuliah interaksi yang terjadi diantara kita dapat dikategorikan dalam tipe ‘pelengkapan (complementary)’, dimana dalam hubungan ini pelaku komunikasi merespon dengan cara perlawanan, ketika seseorang bersifat menguasai maka yang lainnya mematuhi, dll. Pendapat yang terjadi dalam hubungan ini dapat digambarkan, ketik seorang dosen mengetahui, mendidik, maka saya sebagai mahasiswa mematuhi/diam.
2.      a.  Bagaimana anda berhubungan dengan teman anda selama kuliah?
Jawab : hubungan saya dengan teman-teman selama kuliah berjalan dengan baik. Kekuatan, keakraban terjalin karena seringnya terjadi pertemuan diantara kami. Sekitar 75% saya akrab, dekat dengan mereka dan 25% lainnya hanya tegur sapa saja dan ada yang tau cuman namanya saja. Tapi itu semua tidak bermasalah dan bisa diatasi,  semua hanya butuh waktu saja untuk menjalin hubungan yang lebih akrab.
    b. interaksi seperti apa yang terjadi ?
Jawab : hubungan yang terjadi dapat dikategorikan dalam tipe ‘simetris (symetrical relation)’. Dimana dalam tipe ini hubungan terjadi jika 2 orang saling merespon interaksi dengan senyuman dan orang kedua merespon yang sama, maka terjadilah hubungan simetris. Dan hubungan atau tipe simetris ini saya temukan disaat bertemu dengan teman-teman di kampus, dsb.
3.      Sejauh mana atau seperti apa anda melihat hubungan anda dengan dosen dan teman kuliah anda ?
Jawab : sejauh ini cukup baik, walaupun mulai pertama masuk dunia perkuliahan. Menjalin hubungan dengan orang-orang baru cukup susah bagi saya, tapi seiring berjalannya waktu hubungan saya dengan dosen dan teman-teman kuliah terjalin akrab dan dekat.
4.      Hambatan apa yang anda temui saat berinteraksi dengan dosen dan teman-teman anda? Jelaskan !
Jawab :  1. Dengan dosen, hambatannya seperti jadwal perkuliahan yang tidak menentu,
      kepuasan dalam belajar dan mengajar tidak seperti yang diharapkan, kurangnya
      transparasi nilai serta ada sebagian dosen yang tidak bisa menghidupkan suasana
      yang nyaman saat belajar.
              2. Dengan teman, hambatannya seperti perbedaan pendapat, gaya bicara dan etika
yang kurang antar sesama, ego masing-masing diri dan cara pertemanan yang
tidak baik.
5.      Bagaimana anda mengatasi hambatan tersebut ?
Jawab : 1. Dengan dosen, saya berusah lebih aktif lagi dan respect, sehingga hubungan yang
    diharapkan bisa tercapai.
2. Dengan teman, saya berusaha memberikan sikap empati, pengertian, sikap
    menghargai serta membaca situasi dan kondisi seseorang.
6.      Bagaimana anda memahami pola hubungan interaksi anda sebagai tradisi sibernatika ?
Jawab : dalam tradisi ini, menilai proses komunikasi menyerupai suatu jaringan komputer yang saling bekerjasama untuk mencapai keinginan sipenggunanya. Sama halnya, saya mahasiswa bekerjasama dengan dosen dan teman-teman kuliah untuk mencapai tujuan yang diinginkan dan yang diharapkan dari masing-masing diri.
B.     Teori penetrasi sosial
1.      Pada saat membuka diri, apa yang anda lakukan? Jelaskan !
Jawab : pertama-tama saya menciptakan suasana yang menyenangkan serta nyaman agar terkesan santai, enjoy, pada saat berbicara. Saya menggunakan bahasa yang mudah dimengerti serta dengan gaya yang menarik, sehingga pesan yang disampaikan antara yang satu dengan yang lain dapat dimengerti dengan baik.
2.      Pada saat membuka diri, beberapa hal dapat berjalan tidak sesuai dengan harapan, bagaimana anda mengatasinya? Jelaskan!
Jawab : saya harus bisa melihat situasi dan kondisinya terlebih dahulu, setelah itu saya akan memberikan perhatian terhadap apa yang ia sampaikan dan yang paling penting itu ‘menghargai’ walaupun ada perbedaan pendapat dan baru mencari jalan keluar dari perbedaan tersebut dengan musyawarah dan mufakat.
3.      Apa saja yang anda utarakan atau bicarakan pada saat anda berinteraksi? Jelaskan !
Jawab : membicarakan topik yang penting-penting dan yang menarik antar sesama atau kelompok agar yang dibicarakan tersebut mudah dipahami dan dimengerti. Dan ketika ada yanng berbicara untuk memberikan tanggapan maka saya akan tersenyum, jika saya tidak setuju dengan yang disampaikan tersebut saya memberikan saran dan kritik dengan baik, sopan dan bersifat membangun.
4.      Apa saja yang melatarbelakangi anda untuk membuka diri dengan teman atau pasangan anda? Jelaskan !
Jawab : saya ingin dipahami sebagai seseorang yang benar-benar apa adanya, bukan yang diliat dari penampilan luarnya saya yang mengesankan bahwa saya orangnya sombong, tetapi kepribadian yang sebenarnya mereka tidak memahami. Saya juga ingin lebih akrab sesama teman-teman kuliah, agar jika suatu saat ada diantara kita yang dalam kesulitan dalam hal apapun yang lainnya bisa membantu.
5.      Jelaskan konsekuensi dari suatu pembukaan diri yang tidak sesuai dengan yang direncanakan !
Jawab : konsekuensinya kita bisa saja dikucilkan dikampus karena cara pembukaan diri yang salah seperti gaya berbicara dan etika yang kurang sopan
6.      Dari semua jawaban pertanyaan diatas, gambarkan dan jelaskan bagaimana proses penetrasi sosial yang terjadi pada anda! (bagan dan penjelasannya) !
Jawab :


 



tindakan
 
pengaruh
 
Perubahan sikap dan perilaku
 
Umpan balik / feedback


Penjelasan :     komunikator menyampaikan pesan kepada komunikan, lalu terjadi proses adaptasi / penyesuaian antara komunikator dengan komunikan. Pesan yang di sampaikan oleh komunikator yang efektif menimbulkan pengaruh terhadap komunikan sehingga terjadi perubahan sikap dan perilaku. Perubahan tersebut merupakan umpan balik bagi komunikator.
C.     Teori Dialektika Relasional
1.      Gambarkan kondisi hubungan anda dengan orang tua dan saudara anda !
Jawab : Hubungan saya dengan orangtua sangat akrab dan dekat sekali. Walaupun kadang-kadang ada perselisihan antara kami, tapi itu bisa diatasi. Jika terjadi masalah antara kami / terjadinya perselisihan pendapat, saya berusaha untuk tenang dan sabar agar suasana aman dan tentram tetap terjaga, begitupun dengan saudara-saudara saya. Saya berusaha memahami masing-masing dari sikap dan watak saudara saya agar kerukunan di dalam suatu keluarga tersebut tetap terjaga. Intinya hubungan kami sekeluarga sangat akrab, dekat dan saling pengertian antara yang satu dengan yang lainnya.
2.      Pernahkah anda mengalami ketegangan-ketegangan dalam hubungan tersebut? (orangtua dan saudara) ? jelaskan !
Jawab : Pernah. Ketika saya yang tidak sejalan dengan saudara-saudara saya. Di saat saya minta bantuan dalam bekerja, namun tidak ditanggapi dengan baik bahkan ia tidak mau menolongnya, yang membuat saya jengkel dan marah sekali. Tapi walaupun begitu kemarahan dan kekesalan itu hanya bersifat sementara, sehingga tidak terjadi jarak pemisah diantara kami.
3.      Bagaimana anda mengatasi ketegangan tersebut ?
Jawab : Meredakan masing-masing emosi yang tinggi sekitar beberapa jam, lalu berbicara baik-baik dan minta maaf dan kadang-kadang dikasih something dulu biar saudara saya lupa dengan kejadian yang terjadi sebelumnya.
4.      Bagaimana anda memahami keterbukaan-ketutupan dalam hubungan di keluarga anda? Jelaskan !
Jawab : Saya tidak memaksa siapapun dari keluarga saya itu bercerita dengan saya, karena masing-masing diri mereka itu tau apa yang seharusnya ia ceritakan dan apa yang seharusnya ia bisa selesaikan dengan sendiri. So, kalau ia terbuka dengan saya atau mau sharing dengan saya, it’s ok. Kalau saya bisa bantu, maka saya akan berikan nasihat ataupun jalan keluar masalahnya dan kalau ia tertutup dan tidak mau bercerita dengan saya, saya yakin ia mampu menyelesaikannya sendiri (positive thinking)
5.      Adakah perubahan-perubahan yang terjadi terhadap hubungan anda dengan orangtua dan saudara anda setelah anda kuliah? Jelaskan !
Jawab : Ada. Orangtua, saudara-saudara saya semakin perhatian dengan saya, walaupun komunikasinya kadang hanya sekali dalam seminggu tapi cukup membuktikan bahwa selama ini mereka yang melarang saya kesana kesini itu bertujuan dan didasarkan atas kasih sayangnya terhadap saya. Dengan keadaan saya sekarang yaitu seorang mahasiswa itu baru saya sadari kalau keluarga adalah nomor satu. Ketika saya jauh disini dan keluarga saya yang berada di Padang, itu memberi arti bahwa keluarga adalah segalanya walaupun ada ketegangan-ketegangan yang terjadi. So, thanks to my mom, dad, brothers and sisters for attention nya selama ini. I love you, I miss you so much.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar